Rabu, 13 November 2013

Pengaruh Kurangnya Minat Belajar Terhadap Prestasi Siswa di Sekolah




UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO


NAMA               : Rizky Ika Putri
FAKULTAS       : FKIP/PGSD pagi C
NIM                   :118620600199

       

       Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan (buku Theories of Learning).
Minat merupakan masalah psikis yang tidak dapat dipaksakan, namun hal ini dapat ditumbuhkan. Minat seseorang terhadap sesuatu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor eksternal maupun faktor internal. Kurang minatnya belajar pada anak itu karena kurang menariknya dalam proses belajar disekolah dan dirumah, juga karena disebabkan kurang termotivasinya akan pentingnya belajar sehingga menimbulkan rendahnya prestasi siswa disekolah. Selain itu ada beberapa faktor yang menyebabkan kurang minatnya belajar pada anak, yaitu:

   1. Faktor diri dari dalam anak (Internal)
Rasa malas yang timbul dalam diri anak dapat disebabkan karena tidak adanya motivasi diri. Motivasi ini kemungkinan belum tumbuh dikarenakan anak belum mengetahui manfaat dari belajar atau belum ada sesuatu yang ingin dicapainya. Selain itu kelelahan dalam beraktivitas dapat berakibat menurunnya kekuatan fisik dan melemahnya kondisi psikis. Sebagai contoh, terlalu lama bermain atau terlalu banyak membantu pekerjaan orangtua di rumah, merupakan faktor
penyebab menurunnya kekuatan fisik pada anak. Contoh lainnya, terlalu lama menangis, marah?marah (ngambek) juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis anak. Suatu hal yang harus diakui bahwa setiap siswa mempunyai perbedaan dalam berbagai hal termasuk minat belajarnya. Perbedaan minat belajar siswa disebabkan oleh :
       a.  Pengetahuan dasar
Minat belajar siswa akan dipengaruhi oleh pengetahuan dasar yang mereka miliki.  Mereka akan berminat pada pelajaran tertentu apabila dirasa pelajaran itu dirasakan mudah untuk mempelajarinya atau mereka kurang mendapat hambatan atau masalah.
       b.  Kemauan
Suatu pekerjaan akan berhasil apabila orang yang mengerjakan mempunyai kemauan, sehingga dengan sengaja dia melakukannya. Kemauan yang dimaksud adalah kemauan untuk belajar. Apabila seorang siswa tidak mempunyai kemauan untuk belajar maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar. Tidak adanya kemauan menghambat siswa untuk belajar.
        c.  Perhatian
Apabila ada kemauan untuk sesuatu maka kemungkinan besar perhatian ditujukan pada hal itu. Perhatian adalah wujud dari kemauan yang diwujudkan melalui berbagai aktifitas yang berhubungan dengan kegiatan belajar. Faktor perhatian siswa terhadap mata pelajaran sangat menentukan keberhasilannya, sebab apabila mereka memperhatikan maka pasti mereka dengan mudah menguasai apa yang diajarkan. Oleh sebab itulah peranan guru yang sangat dipentingkan didalam menumbuhkan perhatian siswa terhadap mata pelajaran yang diajarkan.
        d.  Kesempatan
Apabila menginginkan apa yang disajikan itu dapat dimengerti oleh siswa maka hendaknya diberikan kesempatan kepada siswa agar dapat mengembangkan dirinya, berikanlah kesempatan kepada siswa agar dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini dominasi guru lebih diperkecil agar siswa lebih banyak berpartisipasi aktif didalam kegiatan belajar.


   2.  Dari Luar Diri anak (Eksternal)
Faktor dari luar anak (faktor eksternal) tidak kalah besar pengaruhnya terhadap kondisi anak untuk menjadi malas belajar, karena:
      a. Sikap orang tua
Sikap orang tua yang tidak memberikan perhatian dalam belajar ataupun sebaliknya orangtua terlalu berlebihan perhatiaannya, membuat anak malas belajar.
      b. Sikap guru
Guru selaku figur atau tokoh teladan yang dibanggakan, tidak jarang sikap guru di sekolah juga menjadi objek keluhan siswanya. Ada banyak macam penyebabnya, mulai dari ketidaksiapan guru dalam mengajar, tidak menguasai bidang pelajaran yang akan diajarkan, atau karena terlalu banyak memberikan tugas-tugas dan pekerjaan rumah.
      c. Sikap teman.
Tidak semua teman di sekolah memiliki sikap atau perilaku yang baik dengan teman-teman lainnya. Seorang teman yang berlebihan dalam perlengkapan busana sekolah atau perlengkapan belajar, seperti sepatu yang bermerk yang tidak terjangkau oleh teman-teman lainnya, termasuk tas sekolah atau alat tulis, secara tidak langsung dapat membuat iri teman-teman yang kurang mampu. Pada akhirnya ada anak yang menuntut kepada orangtuanya untuk minta dibelikan perlengkapan sekolah yang serupa dengan temannya. Bilamana tidak dituruti maka dengan cara malas belajarlah sebagai upaya untuk dikabulkan permohonannya.
      d. Suasana belajar di rumah
Bukan suatu jaminan rumah mewah dan megah membuat anak menjadi rajin belajar, tidak pula rumah yang sangat sederhana menjadi faktor mutlak anak malas belajar. Rumah yang tidak dapat menciptakan suasana belajar yang baik adalah rumah yang selalu penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Selain itu tersedianya fasilitas-fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games), seperti Game Boy, Game Watch maupun Play Stations. Kondisi seperti ini berpotensi besar untuk tidak terciptanya suasana belajar yang baik.
      e. Sarana Belajar
Sarana belajar merupakan media mutlak yang dapat mendukung minat belajar, kekurangan ataupun ketiadaan sarana untuk belajar secara langsung telah menciptakan kondisi anak untuk malas belajar. Kendala belajar biasanya muncul karena tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku, buku penunjang (pustaka mini), dan penerangan yang bagus. Selain itu, tidak tersediannya buku pelajaran, buku tulis, dan alat-alat tulis lainnya, merupakan bagian lain yang cenderung menjadi hambatan otomatis anak akan kehilangan minat belajar yang optimal.




         
 Daftar Pustaka:
 Hilgard,Bower.1975.Theories of Learning
andi-mustan.blogspot.com/2010/09/faktor-penyebab-anak-malas-belajar

22 komentar:

  1. bagus artikelnya, lain kali share artikel lagi yaaa ;)

    BalasHapus
  2. ftonya sangat cantik, jadi point plus buat artikelnya...
    pertahankan yaaa..

    makacyiii :D

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. isi artikelnya pertahankan ika.tapi kalau seumpama ada anak SD yg nggak mau belajar bagaimana?dia kl mau belajar menangis dlu baru mau belajar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita cari tahu dulu apa penyebab si ank malas belajr, kalu sudah tahu maka kita dpt membantu si ank agar tdk mls belajr lgi. Si anak akn mudah jenuh apabila belajar terus, jdi guru harus berinovasi dlm memberikan sebuah materi misalnya belajar sambil bermain agar si ank tidak merasa jenuh dan malas belajar

      Hapus
  5. artikel.x bisa dibuat referensi, mksh.

    BalasHapus
  6. Artkelnya bgus . ,sangat membantu postingannya
    :-)

    BalasHapus
  7. artikelnya bagus, menambah pengetahuan saya. ^_^

    BalasHapus
  8. Bagus mbak rizky ika putri atas referensinya..

    BalasHapus
  9. bagus sekali.jadi nambah referensi pengetahuan

    BalasHapus
  10. Menarik banget hasil karya tulisnya
    Pas bgt bwat dijadikan reverensi
    Terus di tingkatkan lagi ea sobat berkaryanya

    BalasHapus
  11. sipp buat referensi akuh untuk mendidik anak-anakkuh,, :D

    jgn lupa kunjungi blogkuh yaaa,, zuuliana.blogspot.com

    BalasHapus
  12. menarik bgt artikelnya, tapi lebih menarik lagi kalo dikasih solusi mengatasi kurangnya minat belajar anak...

    BalasHapus
  13. artikelnya bagus buat revensi saat PBM
    terus berkarya ya..

    BalasHapus
  14. wah jadi kita sebagai calon guru harus bisa menarik perhatian siswa agar mengerti akan pentingnya belajar

    BalasHapus
  15. masukan untuk lebih mengerti si anak ini, .

    bagus artikelnya, :)

    BalasHapus
  16. sangat bagus untuk menambah wawasan kita..
    :)

    BalasHapus